December 8, 2019

Pendaftaran dan Sengketa Hak Cipta

Hak atas Kekayaan Intelektual atau HAKI adalah hak hukum yang menjamin bahwa seorang penemu atau pencipta bisa memperoleh hak eksklusif atas karya yang ia hasilkan. Namun, untuk mendapatkan HAKI tersebut, harus mendaftarkannya dulu. Anda bisa gunakan jasa pendaftaran dan sengketa hak cipta. Sebelumnya, ketahui dulu hal ini!

 

Apa Itu HAKI?

Sebelum Anda mengetahui bagaimana cara mendaftarkan HAKI atas karya yang Anda miliki, ada baiknya Anda tahu dulu apa itu. HAKI, seperti yang sudah dikatakan sebelumnya adalah hak hukum yang menjamin seseorang bisa memperoleh hak eksklusif atas karya yang dimilikinya. HAKI ini sendiri dibagi dalam dua klasifikasi.

Pertama adalah hak cipta. Hak cipta ini didefinisikan sebagai hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan deklaratif setelah suatu ciptaannya diwujudkan dalam bentuk nyata sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hak cipta ini bisa berupa ilmu pengetahuan, seni, sastra dan masih banyak lagi.

Lalu, ada hak kekayaan industri yang terbagi lagi dalam beberapa kategori. Pertama adalah hak paten yang diberikan kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi dalam jangka waktu tertentu. Ada juga hak merek. Ini adalah hak eksklusif yang diberikan negara kepada pemilik merek terdaftar untuk jangka waktu tertentu dengan memakai merek itu.

Bagaimana Prosedur Mendaftarkan HAKI?

Bagi Anda yang tak tahu bagaimana prosedur mendaftarkan HAKI, memang lebih baik menggunakan jasa pendaftaran dan sengketa hak cipta. Namun, bagi Anda yang tahu atau yang ingin tahu, prosedur yang harus dilakukan pertama kali adalah mendaftar di Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM yang berada di tempat tinggal Anda.

Selain itu, Anda juga bisa mendaftar secara daring di portal https://e-hakcipta.dpig.go.id. Cara ini dijamin aman dan cepat karena Anda bisa langsung terhubung ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual Pusat. Anda juga harus memenuhi syarat yang sudah ditetapkan. Syarat tersebut terdiri dari nama, status kewarganegaraan dan alamat lengkap Anda.

Selain itu, Anda juga harus membawa nama, status kewarganegaraan dan alamat lengkap pemegang hak cipta. Judul karya dan waktu serta lokasi karya diumumkan untuk pertama kali juga harus dipenuhi. Jangan lupa untuk memaparkan uraian secara singkat dan membawa sampel karya yang akan didaftarkan.

Anda juga diwajibkan untuk melengkapi dokumen yang diperlukan. Beberapa dokumen yang harus Anda bawa adalah surat kuasa yang ditandatangani di atas materai 6000. Selain itu, Anda juga wajib membawa surat pernyataan keaslian karya serta NPWP. Jangan lupa untuk membawa sampel naskah juga. 

Jika hak cipta yang akan Anda daftarkan atas nama perusahaan, dokumen yang harus Anda bawa berbeda lagi. Dokumen yang harus Anda bawa adalah surat pengalihan hak dari pembuat karya kepada pemegang hak cipta. Selain itu, bawa juga NPWP perusahaan, akta perusahaan dan fotokopi identitas pemohon dan pencipta karya. 

Pelanggaran Terhadap Hak Cipta

Mungkin Anda bertanya, mengapa hak cipta harus didaftarkan. Alasannya cukup banyak. Pertama, untuk melindungi hak Anda sebagai pemegang hak atas karya tersebut. Anda bisa memperoleh keuntungan dari kayra yang Anda miliki. Apalagi, hak cipta ini masih berlaku hingga 50 tahun setelah si pencipta wafat.

Itu artinya, hak cipta bisa mendatangkan keuntungan baik secara material maupun imaterial kepada si pemegang hak cipta. Namun, mendaftarkan hak cipta menggunakan jasa pendaftaran dan sengketa hak cipta juga berguna agar tidak terjadi pelanggaran terhadap hak cipta karya tersebut.

Pelanggaran terhadap hak cipta bisa merugikan Anda sebagai pemegang hak cipta tersebut. Ada beberapa bentuk kegiatan yang dianggap sebagai pelanggaran hak cipta. Misalnya saja, mengutip sebagian atau seluruh ciptaan orang lain yang kemudian dimasukkan dalam ciptaan sendiri tanpa mencantumkan sumber sehingga membuat kesan karya tersebut miliknya.

Selain itu, bisa juga berupa mengambil ciptaan orang lain untuk diperbanyak tanpa mengubah bentuk maupun isi untuk kemudian diumumkan. Ada juga pelanggaran berupa memperbanyak ciptaan orang lain dengan sengaja tanpa izin dan dipergunakan untuk kepentingan nasional.

Jasa yang biasa menangani sengketa terhadap hak cipta tentunya tahu apa yang harus mereka lakukan untuk itu. Apalagi, pemilik hak cipta juga dilindungi oleh Undang-Undang. Pelanggaran terhadap hak cipta bisa diproses sebagai pidana sebagaimana yang tertuang dalam pasal 120 UU Hak Cipta.

Bunyi dari pasal tersebut adalah tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini merupakan delik aduan. Beberapa sanksi yang bisa diterima si pelanggar hak cipta adalah denda hingga satu miliar rupiah dan penjara paling lama 10 tahun tergantung jenis pelanggaran yang dilakukannya. 

Bagi Anda yang belum tahu contoh nyata dari pelanggaran atas hak cipta ini, sebenarnya bisa Anda temukan dengan mudah di sekitar. Misalnya saja, plagiarisme musik. Ada cukup banyak musisi besar dunia yang tak luput dari dugaan pelanggaran hak cipta ini semisal yang pernah menimpa Ed Sheeran, penyanyi asal Inggris yang digugat musisi lain asal Amerika.

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan?

Bagaimana jika karya yang Anda miliki memiliki indikasi telah dilanggar hak ciptanya terlebih hal itu mendatangkan keuntungan finansial yang cukup besar, maka pemegang hak cipta berhak melakukan gugatan ganti rugi kepada Pengadilan Niaga atas Pelanggaran Hak Cipta sebagaimana yang telah diatur dalam UU Hak Cipta.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dalam penyelesaian pelanggaran hak cipta ini. Beberapa di antaranya adalah dengan penyelesaian sengketa, arbitrase dan bisa juga melalui pengadilan dengan terlebih dulu Anda melaporkannya.

Nah, sekarang sudah tahu apa yang dimaksud dengan hak cipta atau HAKI, kan? Anda bisa mendaftarkan karya yang Anda miliki menggunakan jasa pendaftaran dan sengketa hak cipta sehingga lebih mudah. Mereka juga bisa membantu Anda bila terjadi sengketa atas karya tersebut untuk mendapatkan jalan terbaik!

 Butuh Bantuan  Jasa Hukum?

Open chat
Kamu butuh bantuan chat dengan kami....
Halo, Saya Fauzan ada yang dapat saya bantu?